NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Minat masyarakat Kabupaten Berau terhadap layanan perpustakaan menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau mencatat jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah mencapai 12.839 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 10.266 pengunjung.
Lonjakan ini mencerminkan semakin terbukanya akses masyarakat terhadap literatur, baik untuk kebutuhan akademik maupun kepentingan personal.
Berdasarkan klasifikasi pengunjung, pelajar menjadi kelompok paling dominan dengan total 7.230 orang. Di posisi berikutnya, mahasiswa tercatat sebanyak 3.156 orang, sementara masyarakat umum mencapai 2.453 pengunjung.
Pustakawan Ahli Madya Dispusip Berau, Arliana, menjelaskan bahwa aktivitas pengunjung tidak melulu berkutat pada membaca buku di tempat. Sebagian di antaranya datang untuk menelusuri referensi yang dibutuhkan sebagai bahan penelitian atau penulisan karya ilmiah.
“Tidak semua pengunjung datang untuk membaca. Ada juga yang hanya mencari bahan tulisan untuk karya ilmiah,” ujar Arliana, Kamis (22/1/2026).
Dari sisi jenis bacaan, literatur sastra masih menjadi primadona di Perpustakaan Daerah Berau. Sepanjang setahun terakhir, kategori sastra menempati peringkat teratas dengan 331 kali pencarian. Posisi selanjutnya diisi oleh ilmu sosial dengan 264 pencarian, disusul ilmu agama (101), filsafat (99), Bahasa Indonesia (85), seni (76), ilmu terapan (75), dan sejarah (64).
Menurut Arliana, data tersebut dihimpun dari sistem pencarian digital yang digunakan pengunjung. Namun, ia menyebut, pengunjung yang sudah terbiasa datang ke perpustakaan biasanya langsung menuju rak buku yang mereka butuhkan tanpa melalui aplikasi pencarian.
“Kalau sudah sering ke sini, pengunjung biasanya sudah tahu letak buku yang dicari,” katanya.
Dari aspek gender, pengunjung perempuan tercatat lebih mendominasi sepanjang 2025. Dispusip Berau mencatat sebanyak 7.911 pengunjung perempuan, sementara pengunjung laki-laki berjumlah 4.928 orang.
Kelompok pelajar perempuan menjadi yang terbanyak dengan 3.879 pengunjung, diikuti mahasiswa perempuan sebanyak 2.479 orang dan perempuan dewasa dari kalangan umum 1.554 orang. Adapun pengunjung laki-laki terdiri dari 3.352 pelajar, 677 mahasiswa, dan 899 pengunjung umum.
Jika dibandingkan dengan 2024, jumlah pengunjung perempuan dan laki-laki sama-sama mengalami peningkatan. Pada tahun tersebut, pengunjung perempuan tercatat 5.877 orang dan laki-laki 4.389 orang.
“Harapannya, tren ini bisa terus meningkat pada tahun depan,” ucapnya.
Peningkatan angka kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi upaya penguatan budaya literasi di daerah, sekaligus menunjukkan bahwa perpustakaan masih relevan sebagai ruang belajar dan riset di tengah derasnya arus informasi digital.
Reporter: Marta Tongsay | Editor: Sarno





