NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menargetkan penguatan peran museum dan keraton, sebagai simpul edukasi sejarah sekaligus ruang aktivitas publik.
Strategi itu rencananya akan ditempuh melalui penggelaran event, lomba, serta peningkatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pelestarian cagar budaya.
Kepala Bidang Bina Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Berau, Nurjatiah, mengatakan kunjungan ke museum dan keraton selama ini masih didominasi pelajar dan mahasiswa. Karena itu, pola kunjungan kerap mengikuti kalender pendidikan.
“Memang mayoritas pengunjung kita dari kalangan pelajar dan mahasiswa, jadi ritmenya mengikuti kalender pendidikan. Tapi setelah masa libur, biasanya kunjungan kembali bergerak,” ujar Nurjatiah, Kamis (19/2/2026).
Namun secara umum tren kunjungan dalam dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Hal itu tercermin dari kenaikan penerimaan retribusi tiket masuk sejak 2023 hingga 2025.
“Kalau dilihat dari data retribusi, ada peningkatan dalam dua tahun terakhir. Ini menunjukkan minat tetap ada dan terus tumbuh,” katanya.
Untuk memperluas segmen pengunjung, Disbudpar telah menyiapkan agenda lomba dan berbagai kegiatan di kawasan museum maupun keraton. Menurut Nurjatiah, event memang bukan satu-satunya jawaban untuk mendongkrak lonjakan pengunjung secara instan. Namun, kegiatan publik dinilai efektif membangun kedekatan masyarakat dengan museum dan keraton dalam jangka panjang.
Ia juga mengakui, selama ini kunjungan wisatawan mancanegara ke museum dan keraton masih relatif terbatas. Turis asing cenderung berfokus pada destinasi bahari seperti Pulau Maratua dan Pulau Derawan. Karena itu, penguatan promosi wisata sejarah menjadi pekerjaan rumah tersendiri.
“Upaya kami bagaimana menghidupkan kegiatan di sana. Memang tidak bisa langsung signifikan, tapi ini proses membangun minat masyarakat agar lebih terfokus ke museum dan keraton,” tutupnya.
Reporter: Marta Tongsay | Editor: Sarno





