Jelang Ramadan, 890 Metrik Ton LPG Subsidi Digelontorkan ke Kalimantan

Senin, 16 Februari 2026
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berupaya menjaga stabilitas harga LPG melon pada peringatan hari-hari besar keagamaan di Kalimantan Timur.

NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, menambah pasokan LPG 3 kilogram lebih dari 890 metrik ton, di seluruh provinsi di Pulau Kalimantan.

Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi rumah tangga yang lazim terjadi menjelang dan selama periode hari besar keagamaan, yakni Ramadan dan Nyepi 2026.

Penambahan atau extra dropping tersebut diklaim telah diperhitungkan berdasarkan proyeksi kebutuhan di masing-masing wilayah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyatakan distribusi dilakukan secara terukur guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di lapangan.

“Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi LPG 3 kilogram dalam kondisi aman dan mencukupi,” ucapnya.

“Extra dropping dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga di lapangan,” lanjut Edi, Senin (16/2/2026).

Kenaikan kebutuhan LPG 3 kilogram, umumnya dipicu peningkatan aktivitas memasak di tingkat rumah tangga serta pelaku usaha mikro selama Ramadan. Sementara pada momentum Nyepi, kebutuhan energi rumah tangga di sejumlah daerah, disebutkannya juga cenderung meningkat menjelang hari raya.

“Tapi kalau untuk breakdown alokasi khusus kita belum bisa pastikan. Kemungkinan nanti pas masa satgas baru kita bisa jabarkan untuk tiap-tiap daerah dapat penambahan berapa,” jelasnya.

Selain penambahan pasokan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, juga menggelar operasi pasar di sejumlah titik strategis. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat untuk memastikan LPG bersubsidi dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan masing-masing daerah.

Operasi pasar tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap LPG 3 Kg, sekaligus menekan potensi lonjakan harga di tingkat pengecer.

“Kami juga terus melakukan pemantauan distribusi secara intensif melalui koordinasi dengan agen dan pangkalan resmi,” sambungnya.

Pengawasan lapangan juga diperkuat untuk memastikan penyaluran LPG bersubsidi tepat sasaran. Masyarakat diimbau membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi dan tidak melakukan pembelian berlebih guna menjaga ketersediaan pasokan.

“Kalau menemukan kendala distribusi atau harga yang tidak sesuai HET, masyarakat dapat melapor melalui Pertamina Contact Center 135, surat elektronik pcc135@pertamina.com, atau akun media sosial resmi @pertamina135 untuk segera kami ditindaklanjuti,” pintanya.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Sarno

Bagikan