NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB –Dalam kurun 20 November hingga 10 Desember 2025, Polres Berau berhasil membongkar 9 kasus sabu di 10 lokasi berbeda dan menyita hampir 3 kilogram barang haram. Jumat (12/12/2025).
Polres Berau kembali menunjukkan bahwa wilayah ini bukan lagi sekadar lokasi transit kecil dalam peredaran narkotika, melainkan jalur strategis yang dibidik jaringan internasional.
Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, menegaskan bahwa temuan ini memperkuat dugaan lama bahwa Berau telah dijadikan rute favorit jaringan sabu lintas negara.
“Berau ini merupakan jalur emas yang menjadi sasaran utama peredaran sabu internasional,” tegasnya.
Didampingi Kasat Resnarkoba, AKP Agus Priyanto, ia memerinci bahwa total sabu yang diamankan mencapai 2.870,26 gram, dengan 12 tersangka ditangkap dalam rangkaian operasi intensif di lapangan.Dua pelaku dengan barang bukti terbesar adalah RS (49) dan AS (40), masing-masing membawa lebih dari 1 kilogram sabu.
RS bahkan mengaku berperan ganda sebagai bandar sekaligus kurir, dan mengambil barang langsung dari Kalimantan Utara.Selama aksinya, RS dikendalikan oleh seorang pengendali yang berada di luar negeri.
“Dia mengambil barang dari Kaltara dan dikendalikan seseorang yang masih dalam pengejaran,” ungkap Kapolres.

Polisi menduga kuat bahwa sabu tersebut berasal dari Tawau, Malaysia, lalu masuk ke Berau melalui jalur Malinau – Tarakan – Bulungan – Berau.
“Pemilik utama barang berada di Malaysia dan sudah menjadi target pengejaran,” ungkap AKBP Ridho.
Meski ditangkap bersamaan dalam periode yang sama, Kapolres memastikan para tersangka bukan satu jaringan. Mereka bergerak secara terpisah namun menjadikan Berau sebagai wilayah edar.
Di antara kasus yang mencuat, HN (26) dan AK (35): 573 gram sabu, FS (27), FD (26), NA (25): 3,77 gram, PU (33): 1,48 gram, MA (29): 16,99 gram, LE (32): 74,50 gram, SAW (28): 1,52 gram, KA (28): 158 gram, AS (40): 1.020 gramTotal operasi memperlihatkan pola jelas.
Berau menjadi titik edar yang dipilih banyak kurir, baik dalam jaringan besar maupun kecil.Melihat pergerakan yang masif, AKBP Ridho memastikan operasi tak akan berhenti.
Polres Berau memperketat seluruh jalur darat dan laut yang disinyalir menjadi pintu masuk sabu.
“Kami tak akan memberi toleransi kepada pelaku peredaran narkoba,” tegasnya.
Reporter : Akmal | Editor : Sarno





