NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau tengah mematangkan persiapan Kawasan Geopark (Taman Bumi) Sangkulirang-Mangkalihat untuk menuju penetapan sebagai Geopark Nasional hingga UNESCO Global Geopark.
Kawasan ini diproyeksikan menjadi geopark pertama di Kalimantan Timur yang mengintegrasikan perlindungan lingkungan, sejarah purba, dan pariwisata bertaraf internasional.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau sekaligus Ketua Tim Teknis Geopark Sangkulirang-Mangkalihat wilayah Berau, Muhammad Said, mengatakan kawasan seluas sekitar 1,8 juta hektare yang terbentang di dua kabupaten, Berau dan Kutai Timur, tersebut saat ini dipersiapkan sebagai destinasi pariwisata berbasis geosite dengan fokus pada konservasi kawasan karst dan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.
“Ini kan sudah ditetapkan, kemudian tim itu bukan hanya dari Berau, tapi dari Kutim juga sehingga perlu adanya kolaborasi. Kita berharap segera ada launching juga dari pemerintah provinsi, karena sebenarnya kewenangan penunjukan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat itu ada di dua kabupaten ini,” ujar Said, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, pada 2024 lalu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Keputusan Menteri tentang penetapan Warisan Geologi di kawasan Sangkulirang-Mangkalihat.
Dalam keputusan tersebut, terdapat 26 geosite yang diakui, dengan 15 situs berada di Kabupaten Berau dan 11 situs lainnya di Kabupaten Kutai Timur.
Menurut Said, Pemkab Berau saat ini juga berupaya memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur dan destinasi unggulan yang telah ada sebagai pintu masuk (gateway) branding geopark. Sejumlah kawasan seperti Danau Labuan Cermin, Goa Bloyot, serta berbagai kawasan budaya dan alam lainnya disiapkan untuk mendukung pengembangan pariwisata geopark secara berkelanjutan.
“Progres terus berjalan. Kami di Berau juga sudah menyiapkan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan dalam penetapan geopark ini,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dalam peluncuran Geopark Sangkulirang-Mangkalihat pada September 2025 menegaskan kawasan tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata kebanggaan Kalimantan Timur sekaligus Indonesia.
Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam agar pengembangan geopark dapat memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.
Rudy juga mengingatkan bahwa setelah penetapan sebagai warisan geologi, pemerintah daerah perlu memastikan seluruh persyaratan pengusulan geopark skala nasional dapat dipenuhi.
Dengan kolaborasi lintas daerah dan dukungan pemerintah provinsi, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat diharapkan dapat melangkah lebih jauh sebagai kawasan konservasi dan pariwisata berkelas dunia yang berpijak pada pelestarian alam dan keterlibatan masyarakat lokal.
“Para pihak baik dari Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur harus memiliki pemahaman, kepedulian, dan menjadi pelaku utama terhadap pengembangan taman bumi ini,” pintanya.
Reporter: Marta Tongsay | Editor: Sarno





