NUSANTARAKALATIM, TANJUNG REDEB – Isu Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) mengelola Hotel Cantika Swara, dibenarkan Rektor UMB, Bayu Pradana.
Ia menegaskan bahwa Keterlibatan UMB merupakan hasil kemenangan lelang yang dilakukan Bank Kaltimtara, dan pihaknya hanya sebatas kerja sama pengelolaan dengan Bank Kaltimtara.
“Tidak ada pembelian hotel,” tegas Bayu saat dikonfirmasi melalui Via Whatsapp. Selasa (17/2/2026).
Dalam skema kerja sama tersebut, UMB berperan sebagai pihak pengelola yang memberikan kontribusi manajerial. Sementara mekanisme pendanaan, termasuk untuk perbaikan dan pengembangan hotel, masih dalam tahap pembahasan bersama pihak bank.
“Pendanaan masih kami diskusikan dengan Bank Kaltimtara,” ujarnya.
Bayu memastikan, Hotel Cantika Swara akan kembali difungsikan sebagai hotel, bukan dialihfungsikan ke sektor lain. Bahkan, ia optimistis hotel tersebut dapat kembali beroperasi pada tahun ini.
“Insya Allah, tahun ini,” ungkapnya.
Kerja sama ini, menurut Bayu, bukan tanpa dasar. UMB sebelumnya telah sukses mengelola SM Tower, yang merupakan eks Hotel Makmur. Pengalaman tersebut menjadi modal utama UMB untuk kembali masuk ke bisnis perhotelan di Berau.
“Ada hal yang menjadi alasan kami optimis,” jelasnya.
Di tengah ketatnya persaingan industri perhotelan di Berau, Bayu yakin Cantika Swara tetap memiliki peluang untuk bersaing dengan hotel-hotel besar lainnya.
“Kami optimis karena pengelolaannya dilakukan secara profesional,” tegasnya.
Terkait alasan pemilihan Cantika Swara, Bayu mengungkapkan bahwa kerja sama ini bermula dari proses sayembara yang dibuka oleh Bank Kaltimtara.
“Cantika Swara disayembarakan oleh Bank Kaltimtara, dan kami ikut,” pungkasnya.
Sementara itu, Bayu memastikan belum ada rencana ekspansi ke hotel lain di Berau selain Cantika Swara dan SM Tower.
“Saat ini belum ada,” pungkasnya.
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





