‎DPRD Tekankan Kesiapan RSUD Baru dan Pemerataan Dokter di Berau

Senin, 27 April 2026
RAPAT DPRD: Evaluasi ini menjadi pengingat bahwa peningkatan fasilitas harus diiringi kesiapan SDM dan pelayanan yang merata, agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.


NUSANTARAKALTIM,‎TANJUNG REDEB-‎DPRD Kabupaten Berau memberi perhatian serius terhadap sektor kesehatan saat menggelar rapat kerja komisi lanjutan evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Berau Tahun Anggaran 2025, di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Berau, Senin (27/4/2026).

‎Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Berau Subroto, didampingi Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi dan Ketua Komisi I DPRD Berau Elita Herlina. Hadir pula anggota Komisi I, Dinas Kesehatan Berau, Dewan Pengawas RSUD dr Abdul Rivai, serta Direktur RSUD dr Abdul Rivai.

‎Dalam rapat itu, DPRD menyoroti tiga persoalan utama, yakni kesiapan operasional RSUD Tanjung Redeb yang ditargetkan mulai melayani pada Mei 2026, kekurangan tenaga medis di wilayah pesisir dan pedalaman, serta peningkatan pelayanan di RSUD dr Abdul Rivai.

RAPAT DPRD: Evaluasi ini menjadi pengingat bahwa peningkatan fasilitas harus diiringi kesiapan SDM dan pelayanan yang merata, agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.



‎Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menegaskan pihaknya mendukung pengoperasian rumah sakit baru, namun meminta seluruh persiapan dimatangkan agar tidak menimbulkan persoalan baru.

‎“Kami mendukung operasional RSUD baru,” tegasnya.

‎Selain itu, DPRD juga menyoroti minimnya tenaga dokter di daerah pesisir dan pedalaman yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

‎“Jangan sampai pelayanan berhenti hanya karena tidak ada dokter,” ujarnya.

‎Ia mengungkapkan, sebelumnya sempat terjadi layanan kesehatan terhenti selama dua hingga tiga hari akibat kekosongan dokter.

‎“Banyak masyarakat mengeluh karena kesulitan berobat. Kondisi seperti ini tidak boleh terulang,” katanya.

‎Sementara itu, Dinas Kesehatan Berau memastikan persiapan operasional RSUD Tanjung Redeb terus berjalan agar dapat segera difungsikan untuk melayani masyarakat.

‎Di sisi lain, Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram, mengakui sempat terjadi kekosongan lebih dari 100 jenis obat di rumah sakit tersebut. Namun ia memastikan kondisi itu tidak sampai menghambat pelayanan.

‎“Memang ada kekosongan lebih dari 100 jenis obat. Tapi pelayanan kesehatan tetap berjalan,” singkatnya.

‎Jusram juga menjelaskan kondisi keuangan rumah sakit, termasuk adanya kewajiban finansial yang berkaitan dengan investasi peningkatan layanan dan perekrutan dokter spesialis.

‎“Anggaran itu juga digunakan untuk peningkatan layanan, termasuk menambah tenaga spesialis,” jelasnya.

‎Subroto menilai manajemen rumah sakit telah bekerja maksimal, meski masih ada sejumlah kekurangan yang harus dibenahi.

‎“Kami akan terus memberi masukan agar pelayanan di RSUD dr Abdul Rivai maupun RSUD Tanjung Redeb semakin baik,” tutupnya.

‎Melalui evaluasi ini, DPRD berharap persoalan pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau dapat segera dibenahi agar masyarakat mendapat layanan yang layak, nyaman, dan merata.

‎Reporter: Akmal | Editor: Sarno

Bagikan