NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, menegaskan pentingnya pergeseran arah pembangunan ekonomi daerah dari sektor pertambangan menuju sektor pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya usai mencermati Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah, yang menyebutkan terdapat sekitar 238 titik potensi wisata di Kabupaten Berau. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 10 destinasi yang masuk dalam rencana pengembangan aktif.

“Kita melihat potensi wisata ini sangat besar, tapi yang benar-benar dikembangkan masih sangat terbatas. Ini yang harus kita dorong bersama,” ujarnya.
Menurutnya, ketergantungan terhadap sektor tambang tidak bisa terus dipertahankan. Pasalnya, sumber daya alam tersebut bersifat tidak terbarukan dan suatu saat akan habis.
“Berkali-kali kami sampaikan, tambang ini tidak bisa jadi andalan selamanya. Ada waktunya akan selesai,” tegasnya.
Komisi II DPRD, yang memiliki mitra kerja di sektor pariwisata, berkomitmen untuk memperkuat fungsi pengawasan sekaligus mendorong pengembangan destinasi yang selama ini belum tergarap optimal. Termasuk menggali potensi budaya yang bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Selain itu, Agus juga menekankan pentingnya strategi promosi yang lebih efektif serta perubahan pola pikir dalam pengelolaan anggaran daerah.
“Jangan hanya memutar uang daerah sendiri. Kita harus bisa menarik investor agar ada aliran dana dari luar yang masuk ke Berau,” katanya.
Dalam waktu dekat, Komisi II DPRD Berau berencana memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Pariwisata, guna membahas langkah konkret pengembangan sektor tersebut secara kolaboratif.
Langkah ini diharapkan mampu menjadikan pariwisata sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan di masa mendatang.(ADV)
Reporter: Akmal | Editor: Sarno




