NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau tengah menyiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas akhir SD dan SMP yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang.
Ujian ini dirancang sebagai instrumen baru untuk memetakan kemampuan akademik peserta didik sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan bahwa persiapan saat ini difokuskan pada penguatan kesiapan sekolah dan tenaga pendidik. Disdik, kata dia, tidak ingin pelaksanaan TKA menjadi beban baru bagi siswa lantaran minimnya pemahaman terhadap sistem penilaian yang baru diterapkan.
“Kita lagi siap-siap untuk TKA di tahun ini. Pelaksanaannya direncanakan bulan April,” kata Mardiatul, Senin (19/1/2026).
Sebagai langkah awal, Disdik Berau memanggil Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), terutama untuk mata pelajaran yang akan diujikan, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.
“Saya panggil MGMP untuk Matematika dan Bahasa Indonesia karena itu yang diujikan di TKA,” ujarnya.
Melalui forum MGMP, guru-guru dilibatkan dalam penyusunan soal latihan yang akan digunakan siswa selama masa persiapan. Upaya ini dilakukan agar peserta didik memiliki gambaran mengenai pola dan karakter soal TKA, mengingat sebelumnya penilaian serupa belum pernah diterapkan secara menyeluruh.
“Pembuatan soal ini untuk melatih anak-anak. Jangan sampai mereka kaget karena belum pernah menghadapi TKA sebelumnya,” lanjutnya.
Ia mengakui, pada tahap awal penerapan, TKA belum bersifat wajib bagi seluruh sekolah. Namun, Disdik Berau berencana mendorong semua satuan pendidikan untuk ikut serta demi pemerataan kesiapan siswa.
“Memang belum wajib, hanya sekolah yang mau saja. Tapi saya insya Allah akan minta semuanya ikut,” ucapnya.
Dalam waktu satu bulan ke depan, Disdik akan memaksimalkan penyusunan contoh soal. Pelaksanaan pelatihan secara intensif dinilai sulit dilakukan bertepatan dengan bulan Ramadan.
“Selama satu bulan ini kita fokus buat contoh soal. Kalau sudah puasa, pelatihan TKA itu sulit dilakukan,” imbuhnya.
Mardiatul menegaskan bahwa soal resmi TKA tetap disusun oleh pemerintah pusat. Daerah hanya bertugas menyiapkan soal latihan, meski terdapat guru asal Berau yang turut dilibatkan dalam penyusunan soal TKA tingkat nasional.
“Nanti soal TKA tetap disiapkan secara nasional,” tegasnya.
Ia menilai kehadiran TKA menjadi penting karena selama ini penilaian kemampuan siswa lebih banyak mengandalkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), yang hanya melibatkan sampel peserta didik dan berfokus pada penilaian satuan pendidikan.
“ANBK itu hanya perwakilan dan menilai sekolah, bukan kemampuan anak secara individu,” singkatnya.
Dengan diterapkannya TKA, Disdik Berau berharap pemetaan kemampuan literasi dan numerasi siswa dapat dilakukan secara lebih akurat, sekaligus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat SD dan SMP.
Reporter: Marta Tongsay | Editor: Sarno





