NUSANTARAKALTIM,TANJUNG REDEB – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau terus mengupayakan berbagai strategi untuk menyerap tenaga kerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), khususnya dari sektor tambang dan industri lainnya.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans Berau, Dewi Rakhmasari, mengatakan bahwa persoalan PHK bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Untuk yang terdampak PHK ini kan cukup banyak. Bukan hanya dari Disnakertrans, tapi harus berkolaborasi juga dengan OPD terkait dan pihak lainnya untuk mengantisipasi dampak kondisi saat ini,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat ini sejumlah perusahaan di Berau melakukan skema cross project hingga pengurangan karyawan dalam jumlah cukup besar. Kondisi ini mendorong Disnakertrans untuk lebih aktif memfasilitasi penyaluran informasi lowongan kerja.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meminta perusahaan agar melaporkan kebutuhan tenaga kerja dan membuka akses informasi lowongan melalui berbagai kanal resmi Disnakertrans, mulai dari grup WhatsApp hingga akun Instagram instansi tersebut.
“Kami sampaikan lowongan-lowongan pekerjaan itu di beberapa media kami. Harapannya, para tenaga kerja yang sudah di-PHK dan memiliki pengalaman bisa kembali mendapatkan pekerjaan dari informasi yang kami bagikan,” jelas Dewi.
Selain penempatan kerja, Disnakertrans juga menyiapkan langkah jangka menengah melalui program pelatihan kewirausahaan. Meski saat ini belum dikhususkan untuk korban PHK, pelatihan tersebut terbuka bagi masyarakat umum dan ke depan akan diarahkan untuk menyasar mantan karyawan perusahaan.
“Kami berupaya mempersiapkan para eks karyawan agar bisa berdikari, berdaya kembali dengan memanfaatkan modal dari pesangon, atau menciptakan embrio-embrio kewirausahaan jika sektor formal tidak lagi tersedia,” katanya.
Dewi juga mengakui bahwa jumlah lowongan kerja yang tersedia sebenarnya cukup banyak. Namun, tidak semua dapat terisi karena keterbatasan kecocokan kualifikasi maupun minat pencari kerja di luar sektor tambang.
“Lowongan kita sebenarnya terbanyak, cuma mungkin ada yang belum cocok, sehingga banyak yang tidak terisi di sektor lain selain tambang,” tutupnya.
Reporter : Akmal | Editor : Sarno





