NUSANTARAKALTIM, DERAWAN – Persoalan air bersih dan konektivitas jalan menjadi isu paling mendesak dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Pulau Derawan.
Dua hal itu mencuat di tengah ambisi menjadikan Derawan sebagai motor pariwisata Kabupaten Berau.
Camat Pulau Derawan, Samsudin Amba Kadang, secara terbuka menyampaikan bahwa sebagian wilayah, termasuk Pulau Derawan, belum menikmati layanan air bersih dari PDAM. Warga masih mengandalkan sumur bor dan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami sangat berharap ada realisasi jaringan pipa air bersih, khususnya jalur dari Gunung Tabur ke Tanjung Redeb. Ketergantungan pada sumur bor dan air hujan jelas tidak bisa menjadi solusi jangka panjang,” ujar Samsudin saat Musrenbang di Pendopo Kecamatan, Kampung Tanjung Batu, Rabu (11/2/2026).

Selain air bersih, pembangunan dan peningkatan akses jalan turut menjadi perhatian. Kecamatan mengusulkan kelanjutan pembangunan jalan poros menuju Tanah Kuning agar terhubung dengan Provinsi Kalimantan Utara dan memperlancar akses menuju kawasan wisata Kepulauan Derawan, terutama melalui Kampung Tanjung Batu.
Menurut Samsudin, kemudahan akses akan berpengaruh langsung terhadap kenyamanan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kalau aksesnya mudah dan fasilitasnya memadai, wisatawan akan lebih nyaman datang. Dampaknya tentu pada peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu, penataan pintu masuk wisata melalui kelanjutan pembangunan parkir UPTD Dermaga Sidayang juga diusulkan. Lonjakan pengunjung saat musim libur disebut kerap menimbulkan kepadatan karena keterbatasan fasilitas.

Secara keseluruhan, terdapat 92 usulan dari lima kampung yang dibahas dalam forum tersebut. Rinciannya, Kampung Tanjung Batu 38 usulan, Teluk Semanting 18 usulan, Pegat Batumbuk 15 usulan, Kasai 13 usulan, dan Pulau Derawan 8 usulan. Sementara itu, pihak kecamatan mencatat total 93 usulan yang diselaraskan dengan potensi unggulan wilayah, yakni pariwisata dan perikanan.
Musrenbang tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, didampingi Ketua DPRD Berau Dedy Okto Noryanto. Hadir pula Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Syarifatul Sa’diah, Anggota DPRD Berau Liliansyah, Abdul Waris, H. Saga, Kepala Bapelitbang Endah Ernany selaku moderator, serta jajaran pimpinan OPD.
Menanggapi usulan prioritas itu, Sri Juniarsih menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan Derawan sebagai kawasan wisata unggulan. Ia menyinggung capaian Kampung Pulau Derawan yang masuk tiga besar desa wisata terbaik kategori digital dan kontribusinya terhadap penghargaan Arindama sektor pariwisata untuk Berau.
“Potensi pariwisata ini harus kita kelola maksimal. Dari sana kita bisa meningkatkan pendapatan asli daerah dan kampung, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujar Sri.
Pemkab Berau, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah program tahun ini, mulai dari pembangunan amenitas Gusung Sanggalau dan Hutan Pinus, gapura pariwisata, hingga pelatihan hospitality bagi pengelola wisata.
Namun, ia juga mengingatkan peran perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR). Sri menegaskan, kontribusi tersebut bersifat wajib dan harus selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“CSR itu kewajiban. Perusahaan harus berperan dalam pembangunan dan pengelolaannya harus transparan. Jika tidak dilaksanakan, tentu ada konsekuensi hukum,” tegasnya.
Reporter: Marta Tongsay | Editor: Sarno





