NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Aktivitas belajar di SD Negeri 04 Tanjung Redeb nyaris terganggu oleh ancaman tak terduga. Keberadaan sarang lebah penyengat yang menggantung di area sekolah dan berpotensi membahayakan siswa.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 13.45 Wita. Pihak sekolah melaporkan temuan tersebut ke Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Berau setelah melihat sarang lebah berada di dua pohon di halaman sekolah, tepatnya di Jalan Mangga II, Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb.
Menerima laporan itu, tim Damkar langsung bergerak ke lokasi dengan menurunkan delapan personel. Namun, proses evakuasi tidak langsung dilakukan mengingat masih banyak siswa yang beraktivitas di lingkungan sekolah.
Komandan Rescue Satuan Damkar Berau, Indra Sabti mengatakan, pihaknya memilih menunggu hingga situasi lebih kondusif demi menghindari risiko sengatan.
“Keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama. Saat kami tiba, siswa masih berada di sekolah, jadi evakuasi kami tunda sampai sebagian besar sudah pulang,” ujarnya.
Setelah halaman sekolah dinilai aman dan relatif sepi, petugas mulai melakukan penanganan. Proses evakuasi sarang lebah berlangsung sekitar 50 menit, dengan tingkat kewaspadaan tinggi karena lebah dikenal agresif saat merasa terancam.
Meski cukup menegangkan, seluruh proses berjalan lancar tanpa insiden. Tidak ada siswa maupun petugas yang mengalami sengatan.
“Alhamdulillah, tidak ada korban. Sarang lebah berhasil kami amankan,” tambah Indra.
Ia menegaskan, tugas Damkar tidak hanya sebatas menangani kebakaran, tetapi juga merespons berbagai potensi bahaya yang mengancam keselamatan masyarakat.
“Apapun yang bisa menimbulkan risiko, termasuk lebah penyengat, sebisa mungkin kami minimalkan demi keamanan warga,” pungkasnya.
Reporter: Akmal | Editor: Sarno





