NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Kepala BMKG Berau, Ade Heriyadi, menilai wilayah perairan Kabupaten Berau sudah sangat layak untuk menjadi lokasi pemasangan radar maritim dan Automatic Weather Station (AWS) maritim, menyusul tingginya aktivitas penyeberangan serta potensi cuaca ekstrem di kawasan pesisir.
Saat ini, radar maritim baru diprioritaskan untuk wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Balikpapan. Namun Ade menegaskan, karakteristik perairan Berau yang memiliki banyak jalur transportasi laut antarpulau menjadikannya daerah yang cocok untuk pengembangan sistem pemantauan cuaca maritim secara real-time.
“Radar maritim itu sangat penting untuk memantau tinggi gelombang, kecepatan arus, arah angin, dan lintasan gelombang secara langsung. Dengan kondisi perairan Berau yang ramai penyeberangan seperti Tanjung Batu, Meratu, Gerala hingga jalur ke pulau-pulau, daerah ini sebenarnya sudah sangat cocok untuk pemasangan radar maritim,” ujar Ade.
Ia menjelaskan, mayoritas transportasi masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan Berau masih mengandalkan kapal-kapal kecil. Tanpa data cuaca dan arus laut yang presisi, risiko kecelakaan laut masih cukup tinggi.
“Kalau sudah terpasang, operator kapal kecil bisa mengetahui arus berapa knot, gelombangnya berapa meter, anginnya berapa kilometer per jam. Ini sangat membantu keselamatan pelayaran, terutama untuk penyeberangan harian masyarakat,” jelasnya.
Ade berharap, ke depan pemerintah daerah dapat mendorong agar Berau masuk dalam prioritas pemasangan radar maritim, seiring dengan meningkatnya aktivitas pelayaran, sektor pariwisata bahari, serta konektivitas antarwilayah pesisir di Kabupaten Berau.
Reporter : Akmal | Editor : Sarno





