NUSANTARAKALTIM, BERAU – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Berau akhirnya tuntas di penghujung tahun ini.
Namun, meski gedung telah berdiri, Zulkifli mengungkapkan fasilitas pendukung dan sarana prasarana (sarpras) yang seharusnya dialokasikan dalam anggaran tambahan tahun ini tak kunjung masuk. Kondisi ini membuat proses pelatihan belum bisa dilaksanakan sesuai rencana.
“BLK tahun ini selesai, bangunannya sudah berdiri. Tapi sarpras yang kita harapkan ternyata tidak dimasukkan. Seharusnya sudah masuk, karena Januari kita targetkan launching pelatihan,” jelasnya.
Ia menyampaikankeberadaan BLK dengan fasilitas lengkap sangat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang berinvestasi di Berau. Zulkifli menyebut hampir seluruh perusahaan yang datang selalu menanyakan kesiapan tenaga kerja lokal dan BLK sebagai pusat pelatihannya.
“Perusahaan yang masuk pasti menanyakan BLK. Mereka cari tenaga kerja terlatih. Karena itu, BLK harus terus kita upgrade. Kalau tidak siap, akhirnya mereka ambil tenaga kerja dari luar. Kita yang ribut,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan pelatihan, Tidak bisa kita lakukan tanpa adanyasarpras memadai, jadwal pelatihan pada Januari terancam mundur.
“Kalau sarpras belum ada, otomatis Januari belum bisa. Tapi saya harapkan awal tahun nanti sudah bisa dilakukan pengadaan, supaya kita bisa segera mulai,” tambahnya.
Zulkifli menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM Berau adalah prioritas. Disnakertrans bahkan sempat mengirim peserta pelatihan ke luar daerah berdasarkan kebutuhan perusahaan, dan hasilnya sebagian besar terserap kerja.
“Kita survei dulu kebutuhan perusahaan, baru kita latih. Rata-rata operator dan mekanik yang kita kirim. Itu bentuk kerja sama yang harapannya dapat terus berlanjut,” terangnya.
Selain berharap dukungan anggaran daerah, Zulkifli juga membuka peluang dukungan CSR perusahaan untuk melengkapi BLK, meski mengakui belum mudah mendapatkan komitmen tersebut.
“CSR itu ada aturan kewenangannya. Kita berharap ada yang terketuk hatinya membantu. Saya hanya bisa mengusulkan, yang punya wewenang soal keuangan daerah lebih paham kondisi,” katanya.
Meski penuh tantangan, ia tetap bersyukur bangunan BLK sudah selesai. “Untunglah gedungnya sudah jadi. Itu langkah besar untuk peningkatan SDM Berau. Selebihnya kita terus berupaya.” ujarnya.
Dengan pembangunan fisik yang sudah rampung, BLK Berau hanya menunggu pemenuhan fasilitas untuk bisa segera menjadi pusat pelatihan tenaga kerja lokal.
Reporter : Akmal
Editor : Sarno





