Bangun Sarana dan Prasarana di Destinasi Wisata Unggulan, Disbudpar Kucurkan Rp 22 Miliar‎‎

Selasa, 6 Januari 2026
Salah satu sarpras yang dibangun di kota tua Teluk Bayur.

NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Bangun sarana dan prasarana di sejumlah destinasi wisata unggulan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau kucurkan anggaran Rp 22 miliar untuk tahun 2025-2026.

Anggaran itu digunakan untuk dibanyak kawasan yang dikenal memiliki destinasi wisata menarik. Diantara fokus pembangunan yang dilakukan, yakni mempercantik kawasan Kota Tua Teluk Bayur, dan simpang tiga lampu merah Teluk Bayur. Lokasi itu disebut menjadi bagian “wajah” pintu masuk menuju kawasan bersejarah di sana.‎‎

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Syamsiah Nawir, melalui Staf Teknik/Pengawas Kepariwisataan, Andi menjelaskan, pembangunan Kota Tua Teluk Bayur merupakan bagian dari paket besar pengembangan 7–10 destinasi wisata di Kabupaten Berau dengan total anggaran sekitar Rp22 miliar.‎‎

“Jangan melihat Rp22 miliar itu besar. Anggaran itu dibagi untuk banyak lokasi yang jaraknya jauh-jauh, termasuk Kota Tua Teluk Bayur. Kalau diurai per destinasi, tidak besar,” ujarnya saat ditemui diruangannya.‎‎

Di kawasan Kota Tua Teluk Bayur, Disbudpar mulai melakukan pembangunan gapura di lampu merah, yang menjadi titik sentral aktivitas masyarakat. Penataan tersebut meliputi perbaikan sarana pendukung, estetika kawasan, hingga konektivitas antarspot bersejarah. Ini dimaksudkan, agar kawasan tersebut lebih nyaman dan layak sebagai destinasi wisata kota.‎‎

Andi juga menyampaikan, bukan hanya pengembangan Kota Tua Teluk Bayur saja, tetapi juga destinasi lain seperti Air Panas Pemapak Biatan, Labuan Cermin, Pulau Kakaban, Tanjung Batu, Kampung Batu-Batu, hingga kawasan dalam kota Tanjung Redeb.‎‎

“Ini murni dari APBD, tidak ada bantuan pihak ketiga. Ini komitmen Ibu Bupati dan pemerintah daerah dalam menjalankan 18 program unggulan, khususnya pembangunan destinasi wisata,” jelasnya.‎‎

Ia juga meminta masyarakat dan media, untuk melihat pembangunan ini secara objektif. Andi juga menyampaikan, keterbatasan anggaran membuat pembangunan terpaksa dilakukan bertahap.

‎‎“Kalau ada kekurangan itu sudah pasti. Tapi, kami berupaya melakukan pembenahan, meskipun bertahap,” pungkasnya.

‎‎Reporter : Akmal | Editor : Sarno

Bagikan