NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Isu mangkraknya Mal Pelayanan Publik (MPP) Berau di Jalan Raja Alam II ditepis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.
Tahun ini, pemerintah daerah kembali menggelontorkan anggaran Rp 6 miliar, bukan untuk mempercantik interior, melainkan mengamankan bangunan utama agar tidak terbengkalai dan disalahgunakan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pengembangan Permukiman Penataan Bangunan Jasa Konstruksi (P3BJK) DPUPR Berau, Diah Kurniawati, menegaskan anggaran tersebut difokuskan pada pekerjaan paling mendasar, yakni penutupan dinding di seluruh lantai gedung tiga lantai tersebut.
“Tahun ini ada tambahan anggaran Rp 6 miliar untuk kelanjutan bangunan MPP. Fokusnya pengamanan bangunan, supaya tidak terbuka dan tidak disalahgunakan,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Menurut Diah, penyelesaian interior seperti plafon, keramik, hingga fasilitas penunjang belum menjadi prioritas lantaran gedung belum akan langsung difungsikan. Justru, pengerjaan interior terlalu dini berisiko merugikan.
“Kalau interior dikerjakan tapi belum ditempati, bangunan bisa lembab karena tidak ada aktivitas. Plafon dan material lain malah cepat rusak,” jelasnya.
Selain penutupan dinding lantai satu hingga tiga, DPUPR juga merencanakan penyelesaian akses jalan menuju MPP serta penataan area parkir. Namun seluruh pekerjaan itu dilakukan bertahap, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Gedung MPP Berau sendiri berdiri di atas lahan seluas 4,2 hektare di Jalan Raja Alam II, Rinding, Kecamatan Teluk Bayur. Proyek strategis pelayanan publik ini diproyeksikan menelan anggaran lebih dari Rp 25 miliar hingga benar-benar siap dioperasikan.
Pada tahap awal pembangunan fisik tahun 2025 lalu, Pemkab Berau telah mengalokasikan sekitar Rp 13 miliar untuk menyelesaikan struktur utama gedung tiga lantai, termasuk pekerjaan atap yang rampung di akhir 2025.
Hingga kini, belum ada target pasti kapan pembangunan MPP akan tuntas sepenuhnya. DPUPR masih menyusun paket pekerjaan lanjutan yang paling memungkinkan dikerjakan tahun ini sebelum masuk ke tahapan lelang.
“Kami masih menyusun pekerjaan mana yang paling prioritas dan realistis dikerjakan. Setelah itu baru proses lelang,” tutup Diah.
Ke depan, MPP Berau dirancang menampung sekitar 30 tenant dari berbagai instansi pemerintah daerah maupun instansi vertikal. Namun jumlah tersebut masih bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan kesiapan gedung saat mulai dioperasikan.
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





