NUSANTARAKALTIM,TANJUNG REDEB – Rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau tahun ini mengalami sejumlah penyesuaian. Beberapa agenda yang sebelumnya telah direncanakan, seperti kegiatan Menuntung Jukut, mendatangkan artis ibu kota, hingga sejumlah hiburan rakyat, terpaksa dibatalkan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar kegiatan perayaan lebih difokuskan pada program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Anggaran tidak hilang, tetapi kami alihkan menjadi program sembako murah dengan nilai lebih dari Rp3 miliar. Dana ini kami kembalikan untuk masyarakat,” ujar Sri Juniarsih, Jumat (31/10/2025).

Ia menjelaskan, program sembako murah tersebut dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Berau. Saat ini kegiatan telah berjalan di tiga kecamatan dan akan terus berlanjut hingga mencakup 13 kecamatan dan 100 kampung.
Sri menambahkan, rencana awal pemerintah sebenarnya ingin memberikan sembako gratis untuk seluruh masyarakat. Namun, setelah dilakukan perhitungan, kebutuhan anggaran mencapai tiga kali lipat dari kemampuan keuangan daerah.
“Niat saya sejak awal ingin memberikan sembako gratis. Tapi setelah dihitung, anggarannya tiga kali lipat dari kemampuan daerah,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkab Berau tetap menyiapkan bantuan gratis untuk masyarakat yang tergolong sangat membutuhkan. Tercatat lebih dari 4.000 warga kurang mampu akan menerima paket sembako tanpa biaya.
Sementara bagi masyarakat yang masih mampu atau berpenghasilan pas-pasan, pemerintah memberikan subsidi agar harga paket sembako jauh di bawah harga pasar.
“Yang benar-benar membutuhkan akan mendapatkan paket sembako secara gratis. Untuk warga yang masih bisa membeli, kita subsidi agar harganya jauh lebih murah,” tegas Sri.
Bupati Sri juga memastikan bahwa penyesuaian kegiatan perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau tidak mengurangi makna dan rasa syukur masyarakat atas bertambahnya usia daerah.
“Perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau tetap berjalan dengan penuh kebersamaan. Tidak ada yang berkurang dari rasa syukur kita. Yang terpenting adalah persatuan dan kondusivitas daerah,” pungkasnya.





