NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau memastikan kesiapan fasilitas layanan kesehatan dalam menghadapi potensi ancaman virus Nipah, meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus di Indonesia.
Wakil Supervisor/Pengelola Program P2-HIV, Andy Nuriyanto, menyampaikan bahwa seluruh puskesmas di Berau telah terakreditasi dan siap menangani pemeriksaan awal.
“Puskesmas kita siap. Masyarakat tidak perlu ragu untuk memeriksakan diri jika merasakan keluhan kesehatan,” ujarnya saat ditemui, Selasa (3/2/2026) siang.
Andy menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung deteksi dini. Gejala seperti demam atau batuk yang tidak kunjung sembuh diminta tidak dianggap sepele, karena pemeriksaan awal menjadi kunci untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Berau juga mengimbau warga untuk kembali membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk penggunaan masker saat sakit, sebagaimana diterapkan saat pandemi COVID-19 lalu.
“Pengalaman COVID-19 mengajarkan kita bahwa respon cepat dan kepatuhan terhadap pencegahan sangat menentukan,” jelasnya.
Saat ini, Dinkes Berau masih memfokuskan upaya pada sosialisasi dan edukasi menyusul adanya surat edaran dari Kementerian Kesehatan terkait kewaspadaan virus Nipah.
“Edukasi dilakukan kami secara persuasif agar masyarakat waspada tanpa menimbulkan kepanikan,” ujarnya.
Langkah antisipatif dilakukan melalui penguatan edukasi serta kesiapan puskesmas dalam melayani pemeriksaan masyarakat.
“Kesadaran dan deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat diperiksa, semakin baik penanganannya,” pungkas Andy.
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





