NUSANTARAKALTIM, TANJUNGREDEB – Pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sangat bergantung pada pemerintah kampung, perangkat kelurahan, hingga masyarakat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Berau, Iswahyudi menyampaikan perbaikan data menjadi kunci agar penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.
Menurut Iswahyudi, desa bukan hanya sebatas mengusulkan masyarakat peneriima bantuan, tetapi harus aktif mengidentifikssi warga yang keliru masuk dalam kategori desik kesejahteraan.
“Kalau ada warga miskin tetapi terdaftar di desil 6, desa harus mengusulkan untuk digeser ke desil 1 atau 2. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya.
Memang pemerintah desa memiliki peran penting, akan tetapi posyandu dan wartawan juga memiliki peran sebagai jembatan informasi di lapangan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menggunakan fitur cek bansos untuk melaporkan data yang tidak tepat.
“Kalau merasa ada yang tidak layak menerima bantuan, silakan dilaporkan. Nanti petugas akan cek. Kalau memang tidak layak, datanya bisa dicoret,” ujarnya.
Iswahyudi juga mengakui bahwa data DTKS saat ini masih jauh dari sempurna. Minimnya ground check karena keterbatasan anggaran menjadi salah satu penyebab ketidaktepatan penentuan desil.
Menurutnya, maka dari itu banyak kasus warga yang mampu masuk desik 1/2 karena belum diverifikasi, sementara warga yang miskin itu tercatat di desil 6
“Kondisi ini tidak bisa diperbaiki tanpa dukungan kampung. Kadang kampung juga bingung, padahal mereka harus peduli dulu,” tegas Iswahyudi.
Ia menyampaikan kepada masyarakat agar mengajukan perubahan data melalui dua cara:
1. Mengusulkan melalui desa/kampung, data kemudian diverifikasi oleh Kemensos.
2. Mengisi sendiri data verifikasi melalui aplikasi dengan 39 indikator rumah tangga, sebelum dilakukan pemeriksaan final.
Ia menegaskan bahwa saat ini penilaian desil bukan lagi kewenangan Kementrian Sosial.
“Yang mengevaluasi adalah BPS. Kita hanya memasukkan data, lalu BPS mengolahnya menjadi desil,” jelasnya.
Terkahir di 2026 ini ia menyampaikan akan dilaksanakan Surver Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), yang diharapkan mampu memperbaiki basis data lebih akurat.
“Kalau semua orang terdata lewat survei, hasilnya akan lebih baik dan memperbarui DTKS secara menyeluruh,” tutupnya.
Reporter : Akmal





