NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau tercatat masuk dalam 10 besar perangkat daerah dengan serapan anggaran terendah tahun ini. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai kendala pelaksanaan program dan realisasi kegiatan yang dianggap belum berjalan optimal.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, menjelaskan bahwa rendahnya serapan anggaran disebabkan oleh sejumlah kegiatan fisik yang batal dilaksanakan karena masalah lahan.
“Kegiatan fisik yang lahannya belum clear itu kami kembalikan. Lebih berisiko kalau dipaksakan,” ujar Lamlay. Kamis (11/12/2025).
Salah satu kegiatan yang terpaksa dikembalikan adalah pembangunan puskesmas pembantu (pustu) di Maratua. Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan tidak bisa dilakukan apabila status dan kesiapan lahan belum sepenuhnya aman.
“Kalau pembangunan fisik, lahan harus clear. Kalau tidak, saya lebih memilih serapan tidak terlalu bagus daripada menanggung risiko,” ujarnya.
Lamlay mengakui bahwa sebagian besar anggaran yang tidak terserap memang berasal dari proyek fisik. Meski jumlah kegiatannya tidak banyak, porsi anggarannya cukup besar sehingga berdampak signifikan pada persentase serapan Dinas Kesehatan.
“Fisik itu kan walaupun satu atau dua kegiatan, porsinya besar. Jadi memang bisa menggoyang serapan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan detail terhadap kegiatan apa saja yang akhirnya dikembalikan tahun ini.
“Nanti saya cek lagi untuk lokasi lainnya. Tapi memang yang banyak itu kegiatan fisik,” ujarnya.
Dengan penjelasan tersebut, Lamlay menegaskan bahwa keputusan mengembalikan anggaran bukan karena program tidak berjalan, melainkan untuk menghindari potensi masalah hukum atau teknis akibat lahan yang belum siap.
Reporter : Akmal | Editor : Sarno





