Berau Perkuat Layanan Wisata, UMKM, dan Publik Lewat Aplikasi Baru “ExploreDaerah”‎‎

Kamis, 4 Desember 2025

NUSANTARAKALTIM, BERAU – Upaya mempercepat transformasi digital di Kabupaten Berau kembali menunjukkan kemajuan, kini resmi mengenalkan aplikasi “ExploreDaerah”, sebuah platform terpadu yang dirancang untuk memudahkan akses informasi wisata, budaya, hingga layanan publik.‎‎

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut menjadi wadah digital yang memuat peta destinasi wisata, agenda kebudayaan, serta berbagai informasi daerah dalam satu sistem.‎‎

“Digitalisasi bukan hanya soal membuat aplikasi, tetapi mengubah pola pelayanan. Teknologinya sudah tersedia, namun keberhasilan tetap bergantung pada kesiapan masyarakat sebagai pengguna,” ujarnya.‎‎

Didi mengatakan aplikasi ExploreDaerah dikembangkan dengan basis data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), sementara infrastruktur dan sistemnya terintegrasi langsung dengan platform pemerintahan daerah.‎‎

“Sekarang perangkat daerah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Semua sudah menuju satu sistem dan satu pintu,” jelasnya.‎‎

Tidak hanya memfasilitasi wisata, Kami juga tengah menyiapkan dashboard layanan terpadu yang kelak menjadi gerbang berbagai pelayanan publik dalam satu portal.

‎‎”Kini sudah sepuluh perangkat daerah mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, sosial, hingga perizinan telah masuk tahap uji coba,” ujarnya.

‎‎Harapannya, masyarakat tak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi untuk mengurus layanan.

“Semua cukup terpusat dalam satu akses,” katanya.‎‎

Ia menegaskan meski peluang digital sangat besar, percepatan ini juga memunculkan tantangan baru, terutama bagi pelaku wisata dan UMKM.

‎‎”Karena kita tahu tidak semua pelaku usaha memahami cara memanfaatkan teknologi untuk promosi maupun pelayanan,” terangnya. ‎‎

Diskominfo bersama Dekranasda, Diskoperindag, dan Disbudpar telah melakukan sosialisasi penggunaan platform digital, namun penyebarannya belum merata.

‎‎“Sosialisasi memang sudah berjalan, tetapi belum sepenuhnya menjangkau seluruh pelaku usaha,” ungkap Didi.‎‎

Ia juga mengakui bahwa pelatihan teknis khusus untuk sektor pariwisata masih dalam tahap perencanaan.

‎‎“Pelatihan mendalam bagi pelaku wisata akan kita siapkan. Programnya masih disusun,” tutupnya.

‎‎Reporter : Akmal

‎Editor : Sarno

Bagikan