DPMK Berau Dorong Kampung Aktif Kelola Aset: “Jangan Sampai Nganggur, Harus Jadi Sumber Pendapatan”‎‎

Selasa, 2 Desember 2025

NUSANTARAKALTIM, BERAU – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau, Tentram Rahayu, menegaskan pentingnya pengelolaan aset kampung sebagai sumber pendapatan mandiri.

‎‎Ia menyebut kampung harus mulai bergerak kreatif, tidak hanya mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat maupun daerah.

‎‎“Kampung harus mulai menyewakan asetnya, atau kerja sama dengan perusahaan. Jangan sampai aset menganggur,” ujarnya. Minggu (30/11) saat ditemui Wartawan NusantaraKaltim di DPRD. ‎‎

Menurutnya, aset kampung baik bangunan, lahan, maupun sarana pendukung dapat dioptimalkan untuk disewakan atau dikerjasamakan sehingga menghasilkan pendapatan tetap.‎‎Tentram menyampaikan bahwa skema bagi hasil juga sudah diatur.

“Dari pendapatan itu, 30 persen untuk kampung, 20 persen untuk kampung administrasi. Tinggal bagaimana kampung kreatif mengelola,” jelasnya.‎‎

Ia menegaskan dorongan penguatan ekonomi kampung sudah dilakukan sejak lama. Prinsipnya, kampung harus mampu bertahan dan berkembang tanpa bergantung penuh pada dana transfer.‎‎

Tentram mengatakan hingga saat ini baru sekitar 20 kampung di Berau yang aktif memberikan kontribusi pendapatan melalui pengelolaan aset, kerja sama usaha, maupun pengembangan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

‎‎”Bentuk usaha tersebut beragam, mulai dari sektor perkebunan, pariwisata, hingga peternakan,” katanya. ‎‎

Dari seluruh sektor yang berjalan, Tentram menyebut peternakan menjadi peluang paling menjanjikan.

“Kita lihat dari hasil dan keberlanjutannya, peternakan cukup stabil. Ini yang terus kita dorong agar kampung lain ikut masuk,” ujarnya.‎‎

DPMK akan terus mendorong penambahan jumlah kampung yang aktif mengelola aset dengan memberikan pendampingan dan rekomendasi model bisnis.

‎‎“Yang penting kemauan dulu. Aset sudah ada, peluang ada. Tinggal kreatif dan bekerja sama,” tutupnya. (/)

‎‎Reporter : Akmal

Editor : Sarno

Bagikan