NUSANTARA KALTIM, SAMBALIUNG — Sejumlah warga keluhkan penerangan di Tepian Sambaliung yang di beberapa tempat masih gelap gulita saat malam hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Fendra Firnawan, mengatakan kondisi itu bukan karena lampunya rusak, tapi karena belum ada anggaran untuk menyalakan dan merawatnya.
“Sebetulnya bukan tidak menyala, kami memang menunggu anggaran turun. Bukan di sana saja, ada beberapa titik juga yang sama,” ujar Fendra.
Ia menjelaskan, saat ini belum ada anggaran khusus untuk pemeliharaan lampu penerangan jalan. Pihaknya baru berencana mengusulkan tambahan di ABT (Anggaran Belanja Tambahan).
“Lampu-lampu itu kan harus ada pemeliharaan, sementara anggarannya belum ada,” katanya.
Selain masalah dana, Fendra juga menegaskan ada urusan administrasi yang belum tuntas. Saat ini pengelolaan lampu masih dipegang DPUPR, tapi ke depannya akan diserahkan ke dinas lain lewat SK Bupati.
“Sementara ini masih PU yang urus. Mau diserah terimakan, tapi masih proses. Ujungnya nanti tetap ke BPKAD karena itu aset daerah,” jelasnya.
Meski begitu, ia berharap proses serah terima bisa segera selesai supaya lampu-lampu di Tepian Sambaliung bisa kembali terang.
“Kalau kami sih pengennya cepat, tapi kan antar-OPD, tergantung koordinasinya,” ucapnya.
Untuk sementara waktu, biaya perawatan dan tanggung jawab lampu-lampu itu masih dipegang DPUPR.“Untuk anggarannnya belum tahu berapa,” tutupnya. (rez/ev)





