Operasional RS Baru Tertunda, DPRD Soroti Kesiapan SDM dan Fasilitas Pendukung

Rabu, 8 April 2026
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto



‎NUSANTARAKALTIM,BERAU-Rencana pengoperasian rumah sakit baru di Kabupaten Berau masih menghadapi sejumlah kendala.

‎Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas pendukung menjadi faktor utama yang perlu dituntaskan sebelum layanan dibuka secara optimal.

‎Menurutnya, meski bangunan fisik rumah sakit telah rampung, operasional belum bisa berjalan maksimal tanpa dukungan tenaga medis yang memadai. Terutama untuk layanan rawat inap yang membutuhkan dokter umum maupun spesialis dalam jumlah cukup.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto



‎“SDM kita memang masih terbatas, khususnya tenaga medis. Ini yang harus disiapkan betul sebelum rumah sakit beroperasi penuh,” ujarnya, Rabu (8/4/2026) saat di temui di Bapelibang.

‎Ia menjelaskan, pada tahap awal rumah sakit sebenarnya dapat difungsikan untuk layanan dasar seperti IGD atau pelayanan medis ringan. Namun, pembukaan layanan tetap harus mempertimbangkan kesiapan tenaga dan sistem pendukung agar tidak mengganggu kualitas pelayanan.

‎“Kalau memang belum bisa rawat inap, minimal layanan dasar dulu dibuka, tapi dengan kesiapan yang matang,” tegasnya.

‎Selain SDM, Dedy juga menyoroti persoalan fasilitas penunjang, salah satunya terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang belum sepenuhnya rampung.

‎Ia menilai hal tersebut perlu segera diselesaikan agar tidak menjadi hambatan saat rumah sakit mulai beroperasi.

‎“Fasilitas pendukung seperti TPA harus dipastikan siap. Jangan sampai rumah sakit dibuka tapi hal-hal mendasar belum selesai,” katanya.

‎Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan tenaga medis yang sudah ada dengan pola pemindahan dari rumah sakit lain. Hal ini dikhawatirkan justru berdampak pada penurunan layanan di fasilitas kesehatan yang telah berjalan.

‎“Jangan hanya memindahkan dokter dari rumah sakit yang ada. Itu bukan solusi, malah bisa mengganggu pelayanan di tempat lain,” jelasnya.

‎Dedy menilai, perlu langkah konkret dari pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis, termasuk melalui rekrutmen maupun penyusunan regulasi yang mendukung.

‎“Kalau SDM belum siap, jangan dipaksakan. Lebih baik dibuka bertahap tapi benar-benar siap, supaya pelayanan ke masyarakat tetap maksimal,” pungkasnya.

Bagikan