NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten Berau mengubah pendekatan pelaksanaan pasar murah pada tahun ini.
Bila sebelumnya lokasi kegiatan ditentukan langsung oleh dinas, kini inisiatif justru datang dari bawah, kampung dan kelurahan diminta aktif mengajukan permohonan sesuai kebutuhan warganya.
Kebijakan itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Berau, Eva Yunita. Ia menyebut perubahan mekanisme ini dirancang agar intervensi pemerintah benar-benar menyasar wilayah yang membutuhkan.
“Tahun ini tidak lagi ditentukan sepihak oleh dinas. Kami menunggu usulan resmi dari kampung atau kelurahan yang memang merasa perlu digelar pasar murah,” kata Eva, Sabtu (14/2/2026).
Menurut dia, model baru tersebut sekaligus memberi ruang lebih besar bagi pemerintah kampung dan kelurahan untuk memetakan kondisi riil warganya. Diskoperindag, lanjutnya, telah menyosialisasikan skema tersebut agar setiap wilayah dapat segera bersurat jika memerlukan kegiatan pasar murah.
“Kalau memang ada kebutuhan di wilayahnya, silakan ajukan permohonan. Dengan begitu, pelaksanaannya bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Meski mekanisme sudah dibuka, hingga pertengahan Februari ini belum ada satu pun surat permohonan yang masuk ke Diskoperindag Berau. Situasi tersebut dinilai sebagai pertanda positif bagi kondisi ekonomi daerah.
Eva berharap ketiadaan permintaan itu mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif terjaga.
“Sejauh ini belum ada kampung atau kelurahan yang mengajukan. Kami berharap ini menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat Berau masih stabil,” ucapnya.
Pasar murah biasanya menjadi instrumen pemerintah daerah untuk menekan gejolak harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Karena itu, absennya usulan bisa dibaca sebagai indikator bahwa tekanan harga belum signifikan.
Di luar skema pasar murah, Diskoperindag tetap memantau ketersediaan bahan pokok dengan menggandeng Perum Bulog. Berdasarkan laporan yang diterima, stok komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng diklaim mencukupi untuk beberapa bulan mendatang.
“Kami rutin berkoordinasi dengan Bulog. Data terakhir menunjukkan stok beras, gula, minyak, dan komoditas lain dalam kondisi aman,” tuturnya.
Pengawasan harga juga dilakukan melalui inspeksi mendadak ke sejumlah pasar. Dari hasil pemantauan itu, Diskoperindag menyimpulkan belum ada lonjakan harga yang berarti.
“Tim sudah turun ke lapangan untuk sidak. Secara umum harga kebutuhan pokok masih terkendali,” katanya.
Meski begitu, dinas tetap bersiaga menjelang momentum hari besar keagamaan. Pengalaman sebelumnya menunjukkan awal Ramadan dan menjelang Idulfitri kerap diikuti peningkatan permintaan bahan pokok.
“Nanti saat memasuki Ramadan atau mendekati Idulfitri, kami akan pantau lagi. Jika diperlukan, tim akan kembali turun untuk memastikan harga tetap stabil,” tutupnya.
Reporter: Marta Tongsay | Editor: Sarno





