NUSANTARAKALTIM, TELUK BAYUR – Penataan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kecamatan Teluk Bayur menjadi sorotan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Ia menilai pemasangan lampu jalan di sejumlah titik tidak sesuai perencanaan teknis, terlalu rapat, dan sebagian besar justru tidak berfungsi optimal.
Hal itu disampaikan langsung dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Teluk Bayur. Di hadapan perangkat daerah dan peserta musrenbang, bupati mengkritisi pola pemasangan PJU yang dinilai asal pasang dan tidak memperhatikan efektivitas kawasan.
Salah satu contoh yang disinggung adalah PJU di Jalan Diponegoro. Menurut Sri Juniarsih, jarak antar tiang yang terlalu dekat membuat kawasan tampak semrawut, sementara manfaat penerangan justru tidak maksimal karena banyak lampu yang mati.
“Itu terlalu rapat dan banyak yang mati. Tolong dibongkar kembali dan direnggangkan supaya penataannya rapi dan semuanya bisa menyala,” ujarnya saat Musrenbang Teluk Bayur. Sabtu (7/2/2026).
Tak hanya itu, penataan lampu jalan di sekitar rumah jabatan bupati juga dinilai belum tertangani dengan baik. Ia menyebut pekerjaan tersebut terkesan terburu-buru dan dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas.
“Yang di depan rumah jabatan bupati juga perlu dirapikan. Jangan ditinggal begitu saja. Itu pekerjaan terburu-buru, padahal nilainya tidak sedikit,” katanya.
Sri Juniarsih menegaskan, pembangunan infrastruktur publik harus berbasis kebutuhan masyarakat dan perencanaan teknis yang matang, bukan sekadar memenuhi kepentingan tertentu. Terlebih, kondisi anggaran daerah yang terbatas menuntut setiap proyek dikelola secara lebih bertanggung jawab.
Menurutnya, optimalisasi dan pemeliharaan fasilitas yang sudah terbangun menjadi kunci agar anggaran yang dikeluarkan tidak terbuang sia-sia dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Anggaran kita sangat terbatas. Karena itu, fasilitas yang ada harus dirawat dan dikelola sebaik mungkin supaya bisa digunakan dalam waktu lama,” pungkasnya.
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





