NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai memantapkan pembangunan gedung olahraga (GOR) baru sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana olahraga sekaligus mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan event berskala besar di daerah.
GOR baru tersebut akan dibangun di kawasan belakang Kakaban Aquatic, berdekatan dengan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau. Lokasinya berada di atas lahan aset Pemkab seluas 7,04 hektare yang dinilai strategis untuk pengembangan kawasan olahraga terpadu.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Bambang Sugianto, menyebutkan pembangunan tahap awal sudah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp9,3 miliar.
“Anggaran tersebut disiapkan untuk memulai proses pembangunan awal GOR tahun ini,” ujar Bambang, Jumat (30/1/2026).
GOR ini dirancang memiliki kapasitas hingga 4.000 penonton, termasuk 444 kursi VIP. Daya tampung tersebut diharapkan mampu menjawab keterbatasan GOR lama di Jalan Pemuda yang selama ini kerap kewalahan saat digelar pertandingan atau event olahraga besar.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Permukiman, Penataan Bangunan, dan Jasa Konstruksi (P3BJK) DPUPR Berau, Anang Wahananto, menjelaskan bahwa pembangunan GOR akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Untuk pembangunan hingga siap pakai secara keseluruhan, estimasi anggarannya sekitar Rp66 miliar. Tahap awal ini menjadi fondasi sebelum dilanjutkan pada tahapan berikutnya,” jelasnya.
GOR baru tersebut direncanakan menjadi gedung multifungsi dengan berbagai venue cabang olahraga, seperti futsal, bulu tangkis, basket, hingga cabor lainnya, sehingga dapat digunakan untuk berbagai agenda olahraga maupun kegiatan masyarakat.
“Gedung ini diproyeksikan sebagai GOR multievent. Keberadaannya bukan untuk menggantikan sepenuhnya GOR di Jalan Pemuda, melainkan menambah opsi dan meningkatkan kualitas fasilitas olahraga di Berau,” tambah Anang.
Pembangunan GOR baru ini masuk dalam prioritas daerah tahun 2026 karena dinilai sebagai kebutuhan mendesak, seiring meningkatnya aktivitas olahraga dan minat masyarakat terhadap kegiatan kompetitif maupun rekreasi.
“Yang terpenting, tahap awal sudah berjalan tahun ini. Untuk kelengkapan sarana dan prasarana akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran lanjutan,” pungkasnya.
Reporter: Akmal | Editor: Sarno





