NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.
Meski belum beroperasi secara maksimal, fasilitas yang dibangun dengan anggaran Rp15 miliar itu sudah mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau.
TPI tersebut resmi diserahterimakan kepada Dinas Perikanan (Diskan) Berau pada Oktober 2025 lalu. Sejak itu, TPI langsung dioperasikan dan menjadi salah satu sumber retribusi daerah dari sektor perikanan.
Plt Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, mengungkapkan, setelah serah terima, pihaknya langsung menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2023 tentang Retribusi Daerah.
“Di tahun 2025, untuk dua TPI yaitu Tanjung Batu dan Sambaliung, target PAD hanya Rp20 juta. Tapi realisasinya mencapai Rp54 juta, atau sekitar 115 persen dari target,” jelas Frederik, Rabu (21/1/2026).
Ia menilai, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa pembangunan infrastruktur perikanan mulai memberi efek langsung terhadap pendapatan daerah, meskipun fasilitas TPI belum sepenuhnya lengkap.
“Pembangunan TPI Tanjung Batu sudah dimulai sejak 2023,” Ujarnya.
Ia mengatakan Pembangunan di lakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau dengan dukungan dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp15 miliar. Namun, anggaran tersebut baru difokuskan pada pembangunan fisik gedung.
“Masih ada kekurangan penting, seperti belum adanya pabrik es, cold storage, dan SPBN,” katanya.
Meski begitu, aktivitas ekonomi di kawasan TPI sudah mulai tumbuh. Puluhan petak lapak penampung ikan kini telah terisi, dan TPI menjadi titik utama bongkar muat hasil tangkapan nelayan dari wilayah pesisir Pulau Derawan.
“Sudah ada beberapa lapak yang terisi dan TPI itu menjadi tempat bongkat muat hasil tangkapan nelayan,” ujarnya.
Frederik menambahkan, jika fasilitas pendukung dilengkapi, TPI Tanjung Batu berpotensi menjadi sentra ekonomi kelautan yang bukan hanya melayani nelayan lokal, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi kawasan pesisir secara lebih luas.
Reporter: Akmal | Editor: Sarno





