NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Sejumlah pengusaha dan kontraktor di Kabupaten Berau mengeluhkan maraknya oknum yang mengaku sebagai wartawan namun diduga hanya mencari keuntungan pribadi dengan meminta sejumlah uang.
Dalam beberapa waktu terakhir, para kontraktor mengaku kerap didatangi atau dihubungi oknum wartawan yang datang ke lokasi proyek, mengambil foto pekerjaan, lalu mencari nomor kontak kontraktor.
Selanjutnya, oknum tersebut melancarkan komunikasi melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon dengan dalih menemukan ketidaksesuaian pekerjaan.
Padahal, menurut para kontraktor, oknum tersebut sama sekali tidak memahami spesifikasi teknis proyek, mulai dari jenis bahan, campuran pengecoran, hingga standar pekerjaan yang digunakan.

Mereka hanya bermodal foto lokasi proyek yang dinilai secara sepihak terlihat kurang rapi, tanpa pernah melakukan konfirmasi atau wawancara langsung kepada pihak kontraktor.
Ironisnya, oknum wartawan tersebut disebut tidak pernah mau meminta klarifikasi, melainkan langsung melontarkan ancaman akan menaikkan pemberitaan negatif. Praktik inilah yang di kalangan wartawan profesional dikenal dengan sebutan “wartawan Bodrex atau Bodong”, yakni oknum yang bekerja tidak sesuai kaidah jurnalistik dan lebih mengedepankan intimidasi serta permintaan uang.
Para kontraktor juga menyebutkan bahwa banyak dari media yang dibawa oknum tersebut tidak terdaftar di Dewan Pers, dan para pelakunya tidak memiliki sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa aktivitas mereka bukan untuk kepentingan pemberitaan yang berimbang dan profesional.
Salah satu pengusaha kontraktor mengungkapkan, tidak sedikit rekan-rekannya yang akhirnya memilih memberikan uang “bantuan” karena tidak memahami bagaimana kerja jurnalistik yang benar dan enggan terlibat konflik berkepanjangan.
Bahkan, terdapat bukti transfer yang menunjukkan adanya permintaan uang dari oknum wartawan tersebut, lengkap dengan pengiriman nomor rekening pribadi.
Para pelaku usaha berharap aparat penegak hukum serta instansi terkait dapat menindak tegas praktik-praktik yang mencoreng profesi wartawan tersebut.
Mereka juga mengimbau agar kontraktor dan pengusaha tidak mudah terintimidasi, serta selalu memeriksa legalitas media dan identitas wartawan sebelum menanggapi tudingan atau permintaan yang tidak berdasar.
Tim Redaksi





