PJU Berdempetan, Dishub Akui Kurangnya Sinkronisasi

Selasa, 13 Januari 2026
Proyek PJU di Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, dinilai berdempetan dan memboroskan anggaran.

NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Penerangan Jalan Umum (PJU) di depan Kantor Kejaksaan Negeri Berau, dinilai berdempetan dan berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran. Hal ini dikarenakan adanya dua pekerjaan antara Dinas Perhubungan (Dishub) Berau dan DPUPR pada proyek tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Noorhasani, menjelaskan bahwa pemasangan PJU pihaknya jelas memiliki perencanaan dan perhitungan teknis, namun ia menegaskan di lapangan kerap terjadi tumpang tindih kewenangan.

“Perencanaanya tentu ada, tapi ada juga PJU yang dipasang Dinas PUPR, terutama perbaikan jalan, termasuk lampu hias yang bentuk dan tingginya menyerupai PJU,” tegas Noorhasani, Selasa (13/1/2025) saat ditemui di Kantor Dishub Berau.

Proyek PJU di Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, dinilai berdempetan dan memboroskan anggaran.

Ia menyampaikan hal ini terjadi karena kurangnya sinkronisasi perencanaan, sehingga membuat beberapa lampu akhirnya terpasang berdekatan dan terlihat berdempetan.

“Pelaksanaannya itu sama-sama , makanya terlihat seperti itu,” ujarnya.

Noorhasani mengungkapkan akan melakukan evaluasi setelah aset tersebut diserahterimakan dari PUPR dan memasuki masa pemeliharaan, lalu pihaknya akan memperbaiki yang dinilai posisinya tidak tepat.

“Kalau sudah diserahterimakan itu tanggung jawab kami, dan yang posisinya tidak tepat atau berdempetan akan kami pindahkan,” ungkapnya.



Sebelumnya memang pernah terjadi di Jalan Murjani II, kawasan tersebut terdapat PJU milik Dishub, PJU Tenaga Surya (TS), hingga PJU hasil pekerjaan PUPR dan CSR perusahaan.

Proyek PJU di Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, dinilai berdempetan dan memboroskan anggaran.

“Sebagian memang berdekatan, nanti akan kami evaluasi,” tegasnya.

Sementara itu, untuk PJU di jalur Bandara Kalimarau, proyek tersebut merupakan produk lama dari PUPR. Sebagian lampu sudah diperbaiki dan mulai menyala, meski masih ada titik-titik yang mati, terutama di area tengah jalur tersebut.

“Keterbatasan anggaran juga jadi kendala. Tapi bertahap sudah kami perbaiki,” tutupnya.

Reporter : Akmal | Editor : Sarno

Bagikan