NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Serangkaian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di ruas Jalan Teluk Bayur–Labanan Batas Bulungan, yang terletak di perbatasan Kabupaten Berau dan Bulungan, kembali menarik perhatian publik.
Insiden tersebut, telah menelan banyak korban luka hingga meninggal dunia, memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait kondisi jalan yang dinilai kurang aman.
Kondisi jalan yang tidak sepenuhnya mulus, dengan sejumlah lubang di beberapa titik, menjadi sorotan utama. Meskipun sebagian besar badan jalan tampak baik, lubang-lubang yang ada menambah risiko bagi pengendara, terutama saat berusaha menghindari lubang tersebut.
Manuver menghindar inilah yang sering kali berujung pada kecelakaan beruntun, menurut laporan warga dan saksi mata di lokasi kejadian.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau, Junaidi mengungkapkan bahwa ruas jalan ini adalah bagian dari jaringan jalan nasional yang berada di bawah kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Kalimantan Timur.
“Pihak kami sudah melakukan koordinasi dengan BPJN, meminta agar segera dilakukan pemeriksaan langsung terhadap beberapa titik yang dianggap rawan. Kami juga mengirimkan surat resmi agar ini menjadi prioritas,” ujar Junaidi saat ditemui di ruangannya, Selasa (6/1/2026).
Meski begitu, ia mengakui bahwa proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara cepat karena harus melalui tahapan koordinasi antara berbagai instansi serta proses administrasi yang cukup panjang.
Koordinator lapangan BPJN untuk ruas Labanan-Tanjung Redeb Batas Bulungan, Yatno menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2026, pemerintah pusat awalnya mengalokasikan dana sebesar Rp36 miliar untuk pemeliharaan jalan nasional di wilayah Berau. Namun, karena adanya pemotongan anggaran untuk penanggulangan bencana di Sumatra, dana yang tersedia belum diketahui nilai pastinya hingga kontrak akan berlangsung.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan anggaran terbatas ini untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan, terutama untuk memastikan mobilitas lancar dan mendukung perekonomian di Kabupaten Berau,” jelas Yatno.
Meski nantinya anggaran terbatas, perbaikan jalan menjadi isu krusial yang harus segera ditangani untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut dan memastikan keselamatan pengendara. Warga diminta untuk bersabar dan menunggu perbaikan yang diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat, meski prosesnya tidak sesegera yang diinginkan.
“Kami hanya tinggal menunggu kontrak saja,” pungkasnya.
Reporter: Marta Tongsay | Editor : Sarno





