Kasus HIV di Berau Meningkat, Kalangan ASN Belum Tersentuh Pemeriksaan Rutin

Senin, 5 Januari 2026
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sarie.

NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB — Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Berau terus menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau mencatatkan 64 kasus orang terjangkit HIV/AIDS sepanjang tahun 2024, meningkat signifikan dari 36 kasus di tahun sebelumnya. Meski demikian, meski angka kasus terus bertambah, hanya 45 orang yang bersedia menjalani pengobatan.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengungkapkan bahwa penyebab utama penularan HIV di wilayah ini adalah hubungan seksual, terutama antara sesama jenis laki-laki. Hal ini menjadi salah satu perhatian utama Dinkes Berau dalam menangani kasus HIV/AIDS.

“Saat ini, kami sedang menyoroti penyebaran HIV di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kami menduga ada kemungkinan penyebaran bisa terjadi di kalangan ASN juga, jadi kami tengah melakukan pelacakan atau tracking terhadap ASN yang dicurigai,” jelas Lamlay, Senin (5/1/2025).

Namun, Lamlay juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini, belum ada pemeriksaan khusus terkait HIV yang dilakukan pada kalangan ASN di Kabupaten Berau. Hal ini disebabkan oleh belum adanya kesiapan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

“Khusus untuk ASN, sampai sekarang memang belum ada pemeriksaan rutin terkait penyakit menular seperti HIV. Kami belum siap karena masing-masing OPD belum memiliki persiapan untuk itu. Namun, jika ada ASN yang terindikasi positif, kami dapat melakukan pelacakan seperti yang kami lakukan saat penularan COVID-19,” tambahnya.

Meskipun belum ada pemeriksaan khusus untuk ASN, Dinkes Berau tetap berkomitmen untuk melacak dan memastikan penularan HIV di wilayahnya dapat dikendalikan.

Lamlay menegaskan bahwa jika ada individu yang positif, Dinkes akan menelusuri hubungan orang tersebut untuk mengetahui siapa saja yang mungkin telah terpapar.

“Kami akan melakukan pelacakan secara teliti, tetapi tentunya kami tidak bisa membuka data tersebut begitu saja. Kami tetap menjaga privasi dan kerahasiaan informasi terkait pasien,” pungkasnya.

Reporter: Marta Tongsay | Editor : Sarno

Bagikan