NUSANTARAKALTIM, TANJUNGREDEB – Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Syamsiah Nawir, melalui Staf Teknik/Pengawas Kepariwisataan, Andi, mengatakan saat ini masih menunggu kejelasan terkait dukungan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk pengembangan wisata di kawasan Bidukbiduk.
Andi mengatakan, dukungan tersebut disampaikan oleh gubernur Kaltim secara liat saat mengunjungi wisata Labuan Cermin beberapa waktu lalu.
“Sebelumnya itu Pemprov Kaltim ada rencana mendukung wisata di Bidukbiduk, katanya ada Banget. Tapi sampai sekarang belum ada kabarnya,” ujar Andi saat ditemui belum lama ini.
Padahal Disbudpar Berau telah menyelesaikan seluruh tahapan usulan ini sesuai dengan ketentuan. Persyaratan tersebut meliputi kesiapan lahan yang statusnya clear dan clean hingga kelengkapan dokumen perencanaan.
“Saat gubernur berkunjung ke Labuan Cermin, ada pernyataan dukungan. Dari sisi kami sebagai OPD teknis, pengusulan sudah lengkap. Lahan clear and clean, dokumen perencanaan juga sudah kami siapkan,” jelasnya.
Andi menambahkan, informasi terakhir yang diterima, pengakuan tersebut telah melalui proses verifikasi. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan bantuan keuangan akan direalisasikan.
Ia mengaku belum mengetahui penyebab belum adanya kepastian tersebut. Namun ia menduga kondisi tersebut bisa dipengaruhi akibat adanya pemangkasan anggaran yang diberlakikan pemerintah pusat.

“Mungkin karena anggaran yang dipangkas, sehingga belum terealisasi. Tapi kami juga tidak tahu pasti apakah ada perubahan kebijakan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan dukungan dari Pemprov Kaltim bisa saja disalurkan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) lain.
“Saya tidak tahu kalau misalnya ada lewat OPD lain. Bisa saja melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang karena menyangkut jalan atau akses menuju pariwisata,” kata Andi.
Ia menegaskan bahwa tugas utama kami adalah mengembangkan sarana dan prasarana di kawasan wisata. Karena itu, ia berharap dukungan dari Pemprov Kaltim.
“Yang kami maksud itu sarana prasarana tempat wisatanya, karena itu tugas kami. Paling tidak ada juga sebenarnya. Tapi sampai sekarang belum ada,” tutupnya.
Reporter : Akmal | Editor : Sarno





