NUSANTARAKALTIM, TANJUNGREDEB – Pembangunan gedung baru Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Berau, terus dikebut meski sempat dihadapkan pada sejumlah kendala sejak tahap awal pelaksanaan.
Proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, kini telah memasuki tahap akhir dengan progres mencapai 95 persen.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Kantor BKPSDM Berau, Erwin, mengatakan proyek senilai Rp13,7 miliar tersebut tetap ditargetkan selesai sesuai kontrak pada 31 Desember 2025.
“Bangunan fisik sudah hampir selesai. Untuk interior nanti akan dilanjutkan oleh pihak BKPSDM,” ujar Erwin.
Ia menjelaskan, sisa pekerjaan saat ini lebih bersifat teknis, seperti pemasangan pendingin ruangan (AC), instalasi, serta penyempurnaan beberapa bagian bangunan.
“Secara keseluruhan, struktur utama gedung memang sudah rampung dan bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Menurut Erwin, salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan proyek ini adalah faktor cuaca. Curah hujan yang cukup tinggi sempat memperlambat pekerjaan, terutama pada fase awal ketika bangunan belum memiliki atap.
“Awalnya cukup terkendala karena hujan. Tapi sekarang pekerjaan bisa terus berjalan karena aktivitas sudah banyak dilakukan di dalam ruangan,” jelasnya.
Selain faktor cuaca, proses pengadaan barang dan jasa juga menjadi tantangan tersendiri. Erwin mengungkapkan, proyek ini sempat mengalami keterlambatan akibat penyesuaian kebijakan pengadaan secara nasional.
“Ada edaran dari LKPP terkait kompetensi tipe C dan B yang berdampak pada hampir seluruh proses pengadaan di Indonesia. Kami baru bisa mulai proses sekitar April 2025,” ungkapnya.
Tak hanya itu, perencanaan awal bangunan juga harus melalui tahap revisi. Desain lama dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan serta perkembangan konsep perkantoran saat ini, sehingga perlu dilakukan penyesuaian sebelum dilelang.
“Setelah review perencanaan, proses lelang baru dilakukan Juli 2025 dan pemenangnya ditetapkan awal Agustus. Dari situ pekerjaan fisik baru bisa dimulai,” tutupnya.
Reporter : Akmal | Editor : Sarno





