‎‎Mercure Berau Resmi Beroperasi, Perkuat Posisi Berau sebagai Gerbang Wisata Kaltim‎‎

Kamis, 18 Desember 2025

NUSANTARAKALTIM, TANJUNGREDEB – Hadirnya Mercure Berau menjadi salah satu hotel berbintang internasional yang menjadi sinyal kuat meningkatnya daya tarik Berau sebagai destinasi wisata unggulan, khususnya bagi wisatawan mancanegara.‎‎

Mercure Berau tercatat sebagai hotel keempat brand Mercure di Kalimantan dan hotel Mercure ke-30 di Indonesia. Namun, perannya tak sekadar sebagai akomodasi.‎‎

Endrian Hananto, Director of Operations Accor Indonesia, saat press conference Grand Opening Mercure Berau, mengatakan Mercure Berau menjadi salah satu gateway destination yang menghubungkan wisatawan dengan kekayaan alam dan budaya Kalimantan Timur.‎‎

“Kehadiran Mercure Berau bukan hanya menjadi ikon baru, tetapi juga diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, baik untuk Berau maupun Kalimantan Timur,” ujarnya Selasa malam (16/12/2025).

‎‎Dibuka pada akhir 2025, keputusan ini dinilai cukup berani di tengah dinamika industri pariwisata. Namun, Endrian memastikan seluruh proses telah melalui perhitungan matang, dengan persiapan operasional yang dilakukan sejak satu tahun sebelumnya.‎‎

“Permintaan pasar sudah terlihat sejak awal. Berau memiliki kekuatan wisata bahari, khususnya diving, yang sangat diminati wisatawan asing,” jelas Endrian.‎‎

Optimisme tersebut terbukti saat soft launching pada Agustus lalu. Tingkat okupansi yang ditargetkan 50 persen hingga akhir tahun ternyata mampu terlampaui, bahkan Endrian mematok target lebih ambisius untuk tahun depan.

‎‎“Pada 2026, target okupansi kami naik di atas 70 persen,” tambahnya.‎‎

Dengan total 143 kamar, termasuk 10 unit vila, Mercure Berau menawarkan pengalaman menginap yang berbeda. Fasilitas lengkap menjadi daya tarik tambahan, sekaligus menjawab kebutuhan wisatawan premium yang berkunjung ke Bumi Batiwakkal.‎‎

Data internal menunjukkan wisatawan asal China dan Eropa menjadi tamu terbanyak, sejalan dengan tren minat pada aktivitas diving dan island hopping. Melihat potensi tersebut, manajemen Mercure Berau mulai menjajaki kolaborasi dengan operator wisata lokal.‎‎

“Kerja sama dengan operator sudah kami rancang. Ke depan, akan ada paket-paket wisata yang memudahkan tamu, terutama wisatawan asing yang gemar diving,” ungkap Maksum Aksan Damanik, General Manager Mercure Berau.‎‎

Keunggulan lain Mercure Berau terletak pada lokasinya yang strategis, hanya sekitar 20 menit dari bandara internasional dan 15 menit dari Dermaga Sanggam. Akses ini memperkuat posisi hotel sebagai pilihan utama bagi wisatawan maupun pelaku bisnis.‎‎

Selain akomodasi, Mercure Berau juga menghadirkan fasilitas penunjang seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan restoran dengan menu unggulan khas lokal. Konsep ini memungkinkan tamu menikmati pengalaman staycation sekaligus wisata kuliner dalam satu kawasan.

‎‎”Kami berharap kehadiran Mercure Berau mampu mendorong UMKM lokal, membuka lapangan kerja, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan di Berau,” tutup Endrian.‎‎

Reporter : Akmal | Editor : Sarno

Bagikan