Ibu Hamil Di Inaran Terpaksa “Merantau” ke Pegat Bukur

Selasa, 16 Desember 2025

‎NUSANTARAKALTIM, TANJUNGREDEB – Kepala Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, Amirullah, mengambil langkah mandiri untuk mengatasi kekosongan tenaga bidan yang hingga kini masih terjadi.

‎Amirullah, mengatakan kekosongan bidan bukan berarti kampung tersebut tanpa tenaga kesehatan. Ia menegaskan bahwa tenaga mantri masih aktif bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu), namun untuk pelayanan khusus ibu hamil dan persalinan memang belum tersedia bidan.

‎“Kami masih punya tenaga kesehatan di Pustu. Yang kosong itu bidan, dan itu memang khusus menangani kehamilan dan persalinan,” ujarnya.

‎Menurut Amirullah, Kampung Inaran sebelumnya memiliki bidan. Namun yang bersangkutan pindah tugas ke Kampung Segah setelah menerima SK sebagai tenaga P3K. Sejak kepindahan tersebut, belum ada pengganti yang ditempatkan.

‎Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah kampung berinisiatif menyiapkan calon bidan dari warga setempat.

‎”Saat ini, calon tersebut masih menyelesaikan proses administrasi dan pengurusan akta profesi,” ujarnya.

‎Ia mengatakan kampung juga telah mengajukan dukungan beasiswa ke PT Berau Coal untuk membantu pembiayaan pendidikan selama satu tahun.


“Kami ingin tenaga kesehatan berasal dari anak kampung sendiri. Harapannya lebih betah dan bisa mengabdi dalam jangka panjang,” jelasnya.

‎Sambil menunggu penempatan bidan, pelayanan kesehatan ibu hamil dan persalinan untuk sementara dirujuk ke Kampung Pegat Bukur. Jarak antar kampung sekitar 15 menit perjalanan darat dengan akses jalan yang relatif baik.

‎Namun demikian, Amirullah mengakui kondisi tersebut tetap menyisakan kekhawatiran, terutama saat terjadi banjir yang dapat mengganggu akses transportasi.

‎“Kalau kondisi normal tidak masalah, tapi kalau banjir, akses bisa terputus. Itu yang kami khawatirkan,” katanya.

‎Ia juga menilai, pelayanan kesehatan ibu hamil akan lebih ideal jika ditangani oleh bidan perempuan, meskipun layanan kesehatan dasar dan KB masih bisa dilakukan oleh mantri.

‎Selain menyiapkan putri daerah, pemerintah kampung telah berkoordinasi dengan Puskesmas Sambaliung dan Dinas Kesehatan terkait kebutuhan tenaga bidan. Namun untuk sementara, warga masih diarahkan memanfaatkan layanan kesehatan di kampung terdekat.

‎“Sudah kami sampaikan ke pihak terkait. Saran sementara tetap ke Pegat Bukur karena jaraknya dekat dan jalannya sudah memadai,” tutupnya.

‎Kepala Dinas Kesehatan telah dihubungi tapi belum ada respon sampai saat ini.

‎Reporter : Akmal | Editor : Sarno

Bagikan