‎20 Ton Kakao Berau Masuk Pasar Dunia

Senin, 17 November 2025

‎NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini mengakui, kakao Berau sudah masuk pasar dunia.

‎Ekspor perdana ke Prancis dijadwalkan berlangsung Desember mendatang dengan volume 20 ton. Bukan hanya soal perdagangan internasional, tetapi ini menjadi kebanggaan baru bagi petani kakao lokal yang selama ini berjuang memperbaiki kualitas produksi.

‎Ia melanjutkan, pencapaian ini adalah buah dari kerja keras banyak pihak mulai dari petani, pengepul, hingga pemerintah daerah.‎

“Valrhona tidak serta merta langsung menerima kakao kita. Mereka datang ke kebun, menilai proses panen, fermentasi, sampai wawancara langsung dengan petani,” ungkapnya.

‎Penilaian terus dilakukan untuk memastikan kualitas kakao Berau agar memenuhi standar keberlanjutan. Kakao Berau harus dipastikan bukan hasil pembukaan hutan dan minim penggunaan bahan kimia.

‎Selain pemeriksaan lapangan, sampel kakao juga diuji di laboratorium Singapura untuk memastikan kadar logam berat berada di bawah standar internasional. ‎

“Setelah dinyatakan lolos semua tahapan, kerja sama jangka panjang pun disepakati. Ini bukan hanya transaksi dagang. Ini pengakuan dunia terhadap kualitas petani kita,” kata Lita.‎‎

Tidak hanya Prancis, pasar Belanda sudah masuk daftar tujuan ekspor berikutnya.

‎“Walaupun volumenya belum besar, ini langkah maju untuk ekonomi masyarakat desa. Bisa masuk pasar Eropa itu tidak mudah,” tegasnya.

‎Sebelumnya, kakao Berau juga pernah menembus pasar Amerika, tepatnya Virginia. Kini, biji kakao dari kebun-kebun masyarakat Berau telah menyasar dua benua besar Eropa dan Amerika. ‎

“Dari hasil ini bisa kita lihat bahwa petani kakao Berau membuktikan bahwa hasil perkebunan lokal mampu bersaing di panggung dunia,” tutupnya. ‎‎

Reporter : Akmal‎

Bagikan