‎19 Ribu Terdata, Hanya 7 Ribu Layak, Verifikasi BLT Pusat di Berau Diperketat‎‎

Jumat, 21 November 2025

NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi, menegaskan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) non-tunai kini memasuki tahap ketiga.

‎‎Iswahyudi juga memastikan distribusi bantuan berjalan bertahap sesuai jadwal, meski sempat mengalami keterlambatan akibat faktor anggaran.

‎‎“Sekarang kita sedang penyaluran tahap tiga untuk 10 kelurahan. Tahap empat akan dilakukan pertengahan Desember,” ujar Iswahyudi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/11/2025) .

Ia mengatakan keterlambatan terjadi karena sebagian anggaran BLT baru disahkan melalui perubahan APBD. ‎‎

“Kalau anggaran belum disahkan, kita tidak bisa bergerak. Begitu disahkan, baru bisa diproses dan disalurkan,” ujarnya.

‎‎Iswahyudi juga menyampaikan, keluhan masyarakat memang banyak baik itu di media sosial atau yang langsung datang kekantor. Ia juga menegaskan bahwa data penerima BLT ini bersifat dinamis.‎‎

“Data itu mobile. Bisa saja warga meninggal, pindah, atau statusnya berubah. Ada yang tadinya bukan lansia, sekarang sudah lansia, sehingga masuk kategori penerima,” jelasnya.‎‎

Menurutnya, warga mengira lansia berhak menerima bantuan, padahal BLT ini diberikan berdasarkan status tidak mampu, bukan sekedar usia.

‎‎“Kalau lansia tapi anak-anaknya mampu, itu tidak masuk kategori miskin. Ada beberapa mengadu orang tuanya tidak dapat, padahal setiap bulan itu dapat kiriman hampir satu juta rupiah dari anaknya,” tambahnya.

‎‎Ia menegaskan agar keluhan dan pekerja sosial benar-benar memastikan warga miskin tidak tertinggal. ‎‎“Yang hampir miskin boleh bergilir, tapi yang miskin betul jangan sampai terlewat. Itu namanya menzolimi,” tegasnya.‎‎

Selain BLT, Iswahyudi menyampaikan pada tahun ini Dinsos juga menyalurkan Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk 95 warga kurang mampu. ‎‎Setiap penerima mendapat bantuan sekitar Rp3 juta untuk mendukung usaha kecil yang sudah berjalan.‎‎

“UEP ini untuk yang sudah punya dasar usaha. Misalnya sudah jual gorengan atau minuman, bantuannya untuk menambah modal atau membeli peralatan. Kalau tidak punya pengalaman usaha, biasanya tidak berhasil,” katanya.‎‎

Terkait program bantuan pusat, Dinsos mengungkapkan adanya proses verifikasi ketat dalam penyaluran BLTS (Bantuan Langsung Tunai Sementara).‎‎

“Dari sekitar 19.000 KPM yang terdata, setelah verifikasi hanya sekitar 7.000 yang layak. Sisanya tidak memenuhi syarat karena berbagai faktor seperti pendapatan mencukupi, pindah, atau meninggal,” ujarnya.‎‎

Ia menegaskan bahwa pendataan ini masih berlangsung, dan bantuan dari pusat belum sepenuhnya turun.

‎‎”Pendataan sampai saat ini masih berjalan dan bantuan yang diberikan pusat belum sepenuhnya tersedia,” tutupnya. ‎‎

Reporter : Akmal

Bagikan